Jumat, 17 Juni 2022

Seni Tilawah

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh kehadirat yang maha kuasa atas limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan artikel ini dalam bentuk maupun isinya yang sederhana. Semoga artikel ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan , petunjuk maupun pedoman bagi pembaca sekalian.


A. Tilawah
 Al-Qur’an sebagai bacaan terbaik bagi manusia khususnya kaum muslim diseluruh dunia. Al-Qur’an bukan sekedar bacaan biasa, yang ditulis oleh seorang manusia atau sekelompok manusia. Akan tetapi bacaan yang turun dari Allah yang maha tinggi ilmunya, pencipta alam raya dengan segala isinya termasuk manusia. Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembimbing manusia agar berhubungan baik dengan semua ciptaan-Nya, walaupun ada sebagian dari orang yang tidak mau mengambil hidayah dari Al-Qur’an sebagai panutan mereka. Bukan berarti Al-Qur’an bukan merupakan petunjuk yang benar. Hal ini dapat kita ibaratkan sebagai matahari atau bulan. Matahari atau bulan tetap bersinar, sekalipun orang buta tidak melihat sinarnya. Al-Qur’an mempunyai nama-nama lain seperti: Al-Kitab, Kitabullah, Al-Fur’Qon artinya yang membedakan antara yang haq dan yang batil) dan Ad-Dzikru artinya peringatan. Al-Qur’an, sesuatu yang dihimpun antara lembaran mushaf yang dimulai dari surah Al-Fatihah dan ditutup dengan surah An-Nas. Yang kita terima secara mutawattir, baik melalui lisan maupun tulisan, dari generasi ke generasi, dan tetap terpelihara dari perubahan dan penggantian apapun. Hal ini dibuktikan oleh Firman Allah Swt اِنَّا نَ ْح ُن نَ َّزل ) قران سورة : القيمة ) 15 : ) 9ْ ) 

Artinya : “ Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya”.Man jaddah wajadah (bersungguh-sungguh) dalam mempelajari AlQur’an agar Allah memberikan petunjuk-Nya. Salah satu langkah meraih petunjuk Allah adalah dengan mempelajari kitab suci Al-Qur’an yaitu dengan tilawah. Hikmah tilawah adalah perenungan hakekat-hakekat ayat bagi yang membaca maupun yang mendengarnya. Kemampuan baca tilawah Al-Qur’an harus dimiliki oleh setiap insan muslim untuk dapat memahami, menghayati, kemudiaan mengamalkan apa yang terkandung didalamnya. Islam mengharuskan umatnya untuk senantiasa memelihara Al-Qur’an dengan jalan sering membaca dan mengaplikasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi keberagamaannya.


B. Qasidah 

فَإِنّ أَمّارَتِ بِالسّـوءِ مَا اتّعَظَتْ        ۞     مِنْ جَهْلِهَا بِنَذِيرِ الشّيْبِ وَالَهَرَمِ

Sungguh nafsu amarahku pada nasehat tak terima, karena berangkat dari ketidaktahuannya.

Adanya peringatan berupa uban di kepala dan ketidakberdayaan tubuh akibat umur senja.

 

وَلَا أَعَدَّتْ مِنَ الفِعْلِ الَجَمِيْلِ قِرَى    ۞     ضَيْفٍ أَلَمَّ بِرَأْسِي غَيْرَ مُحْتَشِمِ

Nafsu amarahku tak mampu bersiap-siap diri, dengan mengerjakan amal baik yang bernilai.

Untuk menyambut kedatangan tamu yang pasti, tamu yang singgah di kepala nan tiada malu lagi.

 

لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنِّـي مَــا أُوَقّـــــــــِرُهُ         ۞     كَتَمْتُ سِرًّا بَدَا لِيْ مَنْهُ بِالكَتَمِ

Jikalau aku tahu bahwa diriku tak mampu menghormat tamu

Maka lebih baik kusembunyikan diriku dengan cara menyemir uban dikepalaku

 

مَنْ لِي بِرَدِّ جِمَاحٍ مِنْ غَوَايَتِهَا               ۞     كَمَا يُرَدُّ جِمَاحُ الَخَيْلِ بِاللُّجُمِ

Siapakah gerangan? Sanggup mengendalikan nafsuku dari kesesatan

Sebagaimana kuda liar yang terkendalikan dengan tali kekangan

 

فَلاَ تَرُمْ بِالْمَعَاصِيْ كَسْرَ شَهْوَتِهَا      ۞     إِنّ الطَّعَامَ يُقَوِّيْ شَهْوَةَ النَّهِمِ

Jangan kau berharap, dapat mematahkan nafsu dengan maksiat.

Karena makanan justru bisa perkuat bagi si rakus makanan lezat.

 

وَالنّفْسُ كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى ۞     حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ

Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap suka menyusu.

Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri

 

فَاصْرِفْ هَوَاهَا وَحَاذِرْ أَنْ تُوَلِّيَهُ       ۞     إِنّ الْهَوَى مَا تَوَلَّى يُصِمْ أَوْ يَصِمِ

Maka palingkanlah nafsumu, takutlah jangan sampai ia menguasai-nya

Sesungguhnya nafsu, jikalau berkuasa maka akan membunuhmu dan membuatmu tercela

 

وَرَاعِهَا وَهْيَ فِيْ الأَعْمَالِ سَآئِمَةٌ       ۞     وَإِنْ هِيَ اسْتَحْلَتِ الْمَرْعَى فَلاَتُسِمِ

Dan gembalakanlah nafsu, karena dalam amal nafsu bagaikan hewan ternak.

Jika nafsu merasa nyaman dalam kebaikan, maka tetap jaga dan jangan kau lengah

 

كَمْ حَسّنَتْ لَذّةً لِلْمَـــــــرْءِ قَاتِلَةً         ۞     مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنّ السَّمَّ فِي الدَّسَمِ

Betapa banyak kelezatan, justru bagi seseorang membawa kematian

Karena tanpa diketahui, adanya racun tersimpan dalam makanan

 

وَاخْشَ الدَّسَائِسَ مِنْ جُوعٍ وَّمِنْ شَبَعِ ۞     فَرُبّ مَخْمَصَةٍ شَرُّ مِنَ التُّخَمِ

Takutlah  terhadap tipu dayanya lapar dan kenyang

Sebab sering terjadi rasa lapar lebih daripada kenyang

 

وَاسْتَفْرِغِ الدَّمْعَ مِنْ عَيْنٍ قَدِ امْتَلَأَتْ ۞     مِنَ الْمَحَارِمِ وَالْزَمْ حِمْيَةَ النَّدَمِ

Deraikanlah airmata, dari pelupuk mata yang penuh noda dosa

Peliharalah rasa sesal dan kecewa karena dosa

 

وَخَالِفِ النّفْسَ وَالشّيْطَانَ وَاعْصِهِمَا  ۞     وَإِنْ هُمَا مَحّضَاكَ النُّصْحَ فَاتَّهِمِ

Lawanlah hawa nafsu dan setan durhaka, dan jagalah pada keduanya

Jika mereka tulus menasehati maka engkau harus mencurigai

 

وَلاَ تُطِعْ مِنْهُمَا خَصْمًا وَلاَحَكَمًا       ۞     فَأَنْتَ تَعْرِفُ كَيْدَ الخَصْمِ وَالْحَكَمِ

Janganlah engkau taat kepada mereka nafsu dan setan, baik selaku musuh atau selaku hakim

Sebab engkau sudah tahu dengan nyata, bagaimana tipu dayanya dalam musuh dan menghukumi

 

أَسْتَغْفِرُ الَّلهَ مِنْ قَوْلٍ بِلاَعَمَــلٍ        ۞     لَقَدْ نَسَبْتُ بِهِ نَسْلً لِذِي عُقُمِ

Kumohon pengampunan kepada Allah, atas ucapan yang tanpa mengamalkan

Sungguh.. hal itu laksana orang mandul tak berketurunan

 

أَمَرْتُكَ الْخَيْرَ لٰكِنْ مَا ائْتَمَرْتُ بِهِ     ۞     وَمَا اسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِ لَكَ اسْتَقِمِ

Engkau ku perintah lakukan amal kebaikan, namun aku sendiri enggan mengerjakan

Maka tiada berguna ucapanku agar kau berlaku benar, sedangkan diriku sendiri dalam kelalaian

 

وَلاَ تَزَوّدْتُ قَبْلَ المَوْتِ نَافِلَــةً        ۞     ولَمْ أُصَلّ سِوَى فَرْضٍ وَلَمْ أَصُمِ

Dan diriku tiada menambah amal kebaikan dalam kesunahan, sebelum kematian datang

Dan tiada aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang wajibkanSungguh.. hal itu laksana orang mandul tak berketurunan

 

 

 

أَمَرْتُكَ الْخَيْرَ لٰكِنْ مَا ائْتَمَرْتُ بِهِ     ۞     وَمَا اسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِ لَكَ اسْتَقِمِ : Engkau ku perintah lakukan amal kebaikan, namun aku sendiri enggan mengerjakan

 

Maka tiada berguna ucapanku agar kau berlaku benar, sedangkan diriku sendiri dalam kelalaian

 

 

 

وَلاَ تَزَوّدْتُ قَبْلَ المَوْتِ نَافِلَــةً        ۞     ولَمْ أُصَلّ سِوَى فَرْضٍ وَلَمْ أَصُمِ : Dan diriku tiada menambah amal kebaikan dalam kesunahan, sebelum kematian datang

 

Dan tiada aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang wajibkan

 

Qosidah yang saya tuliskan ini tentang bahaya hawa nafsu, Bahaya mengikuti hawa nafsu dalam islam ialah menjadi orang yang mudah putus asa, sebab orang tersebut tidak percaya akan nikmat dan takdir Allah. bahwa Allah selalu memberi sesuatu tepat pada waktunya dan dengan kadar yang terbaik untuknya.


Sekian Artikel dari saya kurang lebihnya mohon maaf  Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh 

  

 






 
 

 
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Permasalahan Narkoba

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh kehadirat yang maha kuasa atas limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga saya dapat menyele...