Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh kehadirat yang maha kuasa atas limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan artikel ini dalam bentuk maupun isinya yang sederhana. Semoga artikel ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan , petunjuk maupun pedoman bagi pembaca sekalian.
فَإِنّ
أَمّارَتِ بِالسّـوءِ مَا اتّعَظَتْ
۞ مِنْ
جَهْلِهَا بِنَذِيرِ الشّيْبِ وَالَهَرَمِ
Sungguh nafsu amarahku pada nasehat tak terima, karena
berangkat dari ketidaktahuannya.
Adanya peringatan berupa uban di kepala dan ketidakberdayaan
tubuh akibat umur senja.
وَلَا أَعَدَّتْ مِنَ الفِعْلِ الَجَمِيْلِ
قِرَى ۞ ضَيْفٍ
أَلَمَّ بِرَأْسِي غَيْرَ مُحْتَشِمِ
Nafsu amarahku tak mampu bersiap-siap diri, dengan
mengerjakan amal baik yang bernilai.
Untuk menyambut kedatangan tamu yang pasti, tamu yang
singgah di kepala nan tiada malu lagi.
لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنِّـي
مَــا أُوَقّـــــــــِرُهُ ۞ كَتَمْتُ
سِرًّا بَدَا لِيْ مَنْهُ
بِالكَتَمِ
Jikalau aku tahu bahwa diriku tak mampu menghormat tamu
Maka lebih baik kusembunyikan diriku dengan cara menyemir
uban dikepalaku
مَنْ لِي بِرَدِّ جِمَاحٍ
مِنْ غَوَايَتِهَا ۞ كَمَا
يُرَدُّ جِمَاحُ الَخَيْلِ بِاللُّجُمِ
Siapakah gerangan? Sanggup mengendalikan nafsuku dari
kesesatan
Sebagaimana kuda liar yang terkendalikan dengan tali
kekangan
فَلاَ تَرُمْ بِالْمَعَاصِيْ كَسْرَ
شَهْوَتِهَا ۞ إِنّ
الطَّعَامَ يُقَوِّيْ شَهْوَةَ النَّهِمِ
Jangan kau berharap, dapat mematahkan nafsu dengan maksiat.
Karena makanan justru bisa perkuat bagi si rakus makanan
lezat.
وَالنّفْسُ
كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ
عَلَى ۞ حُبِّ
الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ
Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap suka
menyusu.
Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri
فَاصْرِفْ
هَوَاهَا وَحَاذِرْ أَنْ تُوَلِّيَهُ
۞ إِنّ
الْهَوَى مَا تَوَلَّى يُصِمْ
أَوْ يَصِمِ
Maka palingkanlah nafsumu, takutlah jangan sampai ia
menguasai-nya
Sesungguhnya nafsu, jikalau berkuasa maka akan membunuhmu
dan membuatmu tercela
وَرَاعِهَا
وَهْيَ فِيْ الأَعْمَالِ سَآئِمَةٌ ۞ وَإِنْ
هِيَ اسْتَحْلَتِ الْمَرْعَى فَلاَتُسِمِ
Dan gembalakanlah nafsu, karena dalam amal nafsu bagaikan
hewan ternak.
Jika nafsu merasa nyaman dalam kebaikan, maka tetap jaga dan
jangan kau lengah
كَمْ حَسّنَتْ لَذّةً لِلْمَـــــــرْءِ قَاتِلَةً ۞ مِنْ
حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنّ
السَّمَّ فِي الدَّسَمِ
Betapa banyak kelezatan, justru bagi seseorang membawa
kematian
Karena tanpa diketahui, adanya racun tersimpan dalam makanan
وَاخْشَ
الدَّسَائِسَ مِنْ جُوعٍ وَّمِنْ
شَبَعِ ۞ فَرُبّ
مَخْمَصَةٍ شَرُّ مِنَ التُّخَمِ
Takutlah terhadap
tipu dayanya lapar dan kenyang
Sebab sering terjadi rasa lapar lebih daripada kenyang
وَاسْتَفْرِغِ
الدَّمْعَ مِنْ عَيْنٍ قَدِ
امْتَلَأَتْ ۞ مِنَ
الْمَحَارِمِ وَالْزَمْ حِمْيَةَ النَّدَمِ
Deraikanlah airmata, dari pelupuk mata yang penuh noda dosa
Peliharalah rasa sesal dan kecewa karena dosa
وَخَالِفِ
النّفْسَ وَالشّيْطَانَ وَاعْصِهِمَا ۞ وَإِنْ
هُمَا مَحّضَاكَ النُّصْحَ فَاتَّهِمِ
Lawanlah hawa nafsu dan setan durhaka, dan jagalah pada
keduanya
Jika mereka tulus menasehati maka engkau harus mencurigai
وَلاَ تُطِعْ مِنْهُمَا خَصْمًا
وَلاَحَكَمًا ۞ فَأَنْتَ
تَعْرِفُ كَيْدَ الخَصْمِ وَالْحَكَمِ
Janganlah engkau taat kepada mereka nafsu dan setan, baik
selaku musuh atau selaku hakim
Sebab engkau sudah tahu dengan nyata, bagaimana tipu dayanya
dalam musuh dan menghukumi
أَسْتَغْفِرُ
الَّلهَ مِنْ قَوْلٍ بِلاَعَمَــلٍ ۞ لَقَدْ
نَسَبْتُ بِهِ نَسْلً لِذِي
عُقُمِ
Kumohon pengampunan kepada Allah, atas ucapan yang tanpa
mengamalkan
Sungguh.. hal itu laksana orang mandul tak berketurunan
أَمَرْتُكَ
الْخَيْرَ لٰكِنْ مَا ائْتَمَرْتُ
بِهِ ۞ وَمَا
اسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِ لَكَ
اسْتَقِمِ
Engkau ku perintah lakukan amal kebaikan, namun aku sendiri
enggan mengerjakan
Maka tiada berguna ucapanku agar kau berlaku benar,
sedangkan diriku sendiri dalam kelalaian
وَلاَ تَزَوّدْتُ قَبْلَ المَوْتِ نَافِلَــةً ۞ ولَمْ
أُصَلّ سِوَى فَرْضٍ وَلَمْ
أَصُمِ
Dan diriku tiada menambah amal kebaikan dalam kesunahan,
sebelum kematian datang
Dan tiada aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang
wajibkanSungguh.. hal itu laksana orang mandul tak berketurunan
أَمَرْتُكَ
الْخَيْرَ لٰكِنْ مَا ائْتَمَرْتُ
بِهِ ۞ وَمَا
اسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِ لَكَ
اسْتَقِمِ : Engkau ku perintah
lakukan amal kebaikan, namun aku sendiri enggan mengerjakan
Maka tiada berguna ucapanku agar kau berlaku benar,
sedangkan diriku sendiri dalam kelalaian
وَلاَ تَزَوّدْتُ قَبْلَ المَوْتِ نَافِلَــةً ۞ ولَمْ
أُصَلّ سِوَى فَرْضٍ وَلَمْ
أَصُمِ : Dan diriku tiada
menambah amal kebaikan dalam kesunahan, sebelum kematian datang
Dan tiada aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang
wajibkan
Qosidah yang saya tuliskan ini tentang bahaya hawa nafsu, Bahaya mengikuti hawa nafsu dalam islam ialah menjadi orang yang mudah putus asa, sebab orang tersebut tidak percaya akan nikmat dan takdir Allah. bahwa Allah selalu memberi sesuatu tepat pada waktunya dan dengan kadar yang terbaik untuknya.
Sekian Artikel dari saya kurang lebihnya mohon maaf Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar